Order Ganja Via Online

Order Ganja Via Online, Seorang Mahasiswa di Sumedang Ditangkap

Order Ganja Via Online, Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat mengungkap peredaran narkotika jenis ganja di kalangan kampus.

Kemudian Polisi Telah menangkap seorang mahasiswa berinisial TNR (24). Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP mengatakan TNR merupakan

mahasiswa perguruan tinggi negeri yang aktif dalam kegiatan mahasiswa pecinta alam di kampusnya. Tersangka TNR

juga di ketahui telah tiga kali melakukan pembelian ganja secara online. Kami mengamankan satu tersangka yang masih berstatus mahasiswa

di salah satu perguruan tinggi negeri terkenal di Sumedang, Jawa Barat,” kata Akmal dalam jumpa pers di Mapolres Jakarta Barat.

“Ternyata dari pendalaman, TNR ini sudah tiga kali melakukan transaksi beli via online, ini yang keempat,” sambung nya.

Polisi kemudian melakukan tes urine terhadap TNR dan terbukti mengkonsumsi ganja. Polisi juga sedang memburu dua orang

mahasiswa pecinta alam yang terlibat kasus ini, yakni ALF yang berperan sebagai penjual, dan ALX yang merupakan perantara.

Beberapa teman tersangka dalam circle pergaulan di kegiatan mahasiswa tersebut adalah pengguna narkotika ganja

hingga kemudian tersangka TNR mendapat informasi dari temannya,” kata Akmal. Akmal mengatakan modus operandi pelaku ialah

dengan memesan ganja yang di kemas dalam kemasan kopi. Lantas ganja tersebut di tujukan ke alamat kampus, kepada organisasi pencinta alam.

“Modus yang bersangkutan memesan ganja yang di kemas dalam kopi. Kemudian barang ini di kirim dengan alamat di dalam kampus,

organisasi pecinta alam,” terang dia.

Kemudian tersangka TNR di amankan oleh pihak kepolisian ketika mengambil paket yang di kirimkan ke alamat kampus itu.

Bersamaan dengan itu, polisi turut mengamankan 12 paket plastik berisi 551 gram ganja dan biji ganja kering,

satu lembar surat tanda terima pengiriman ekspedisi, dan satu unit handphone.

bahkan Akibat perbuatan nya, pelaku di jerat dengan Pasal 114 (1) subsider Pasal 111 (1) UU Nomor 35 Tahun 2009, dengan ancaman maksimal penjara seumur hidup.

dan menurut saya untuk tindakan ini sayang di sayang kan di lakukan oleh seorang mahasiswa.

baca juga: Berita Anak Bupati Labusel